29.4.10

Jeng Kellin dan Pustakawan

Hey, aku tak tahu ini sebuah karya atau tidak. Tapi yang jelas temen gw membuat lelucon mengenai Jeng Kellin tentang pustakawan yang jengkel padanya. Gw pikir ini bakal lucu (semoga). Gw nemuin temen gw mengerjakan tugas bahasa Indonesia pas kami masih duduk di bangku SMP kelas IX. Gw nggak tahu sih apakah cerita ini sudah tayang di TV atau belum tapi selamat membaca dan selamat berimajinasi dengan Jeng Kellin yang satu ini.
Jeng Kellin emang jengkelin!! Hahaha!

P.S : Bayangkanlah Jeng Kellin benar-benar nyata di pikiranmu. Sehingga lelucon ini bisa renyah tidak KRIUK.
Jeng Kellin di Perpustakaan

Note:
Jengkellin (J)
Pustakawan (P)
Ibu Pemilik Perpus (I)

Pada suatu hari di perpustakaan.

J : Ini perpustakaan yah?!
P : Iah benar. Mau mencari buku apa, Mbak??
J : Adanya buku apa?
P : Semua buku ada. Mbak sudah baca buku tentang Romeo and Juliette? Pasti Mbak suka.
J : Coba saya lihat!

(si pustakawan mulai mencari)

P : Silahkan, Mbak. (seraya memberikan buku tersebut)
J : (tanpa membuka buku tersebut) Ah, ngga, ah. Jelek. Buku yang lain saja. Ad tidak?
P : Bagaimana kalau novel saja?
J : Novel? Coba saya lihat!
P : Tunggu sebentar, Mbak. (si pustakawan mulai mencari novel yang menarik)
J : Duh, lama sekali sih? Bisa lebih cepat sedikit, tidak?!
P : Sabar dong, Mbak. (beberapa menit kemudian) Ini, Mbak, silahkan.
J : (tanpa melirik buku tersebut) Ah, ngga jadi, ah. Saya sudah ngga berminat membaca novel.
P : (mulai merasa jengkel ) Memangnya, Mbak mau buku yang bagaimana sih?
J : Buku apa yah?
P : Bagaimana kalau buku tentang puisi saja?
J : Memang isinya tentang apa? Umh, boleh deh. Coba saya lihat!
P : Yaa, tentang puisi-puisilah, Mbak. (Si pustakawan mulai mencari buku tentang puisi-puisi)
J : Ah, tidak ah. Ngga jadi saja. Ngga menarik. Saya mau yang lain saja. Ngga level banget baca buku seperti itu.
P : AAARGGHH! Memangnya Mbak mau baca buku seperti apa sih?
J : Sebentar saya berpikir dulu. Jangan ganggu konsentrasi saya. Apaan yah? Buku apa yah? Sebentar deh, saya telepon mama dulu, enaknya baca buku apa.

(mulai mengeluarkan telpon selularnya dan mencari kontak yang dituju)

J : Halloh, Mama yah?
P :…
J : Hah?! Salah sambung?! Ya sudah, ngga apa-apa deh. Ini dengan siapa yah?
P :??????????????????? (makin heran)
J : Oh, ini tempat pesan catering yah? Umh, menurut Mas, enaknya minjem buku apa yah?
P : !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
J : Mas ngga tau juga?! Tebak dong, Mas.
P : !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
J : (bernada keras) Tentang masakan yah? Terima kasih, Mas. (sembari menutup telponnya)
P : Duh, Mbak, jangan keras-keras bicaranya! Ini perpustakaan, jadi tidak boleh berisik.
J : Suka-suka saya dong! (Bergumam) Umh, buku tentang masakan ada tidak?
P : Ada. Tunggu sebentar. Ini bukunya, silahkan. (sambil menyerahkan buku tentang makanan kepada Jeng Kellin)
J : Loh, saya ngga mau meminjam buku tentang masakan kok. Yang mau meminjam buku itu kan Mas-Mas yang tadi saya telepon. (membentak si pustakawan) Kasih ke dia dong, bukan ke saya!

P : Mbak, ini perpustakaan, ngga boleh ribut tau. Duh, ya sudah, sekarang, Mbak ini mau apa? Mau meminjam buku apa?
J : Suka-suka saya dong! Kamu kok mengatur saya?! (dengan nada yang lebih keras)

Lalu, tiba-tiba ibu pemilik perpustakaan datang.

I : Jono! Hormatilah pelanggan!
P : Iya,Bu. Maaf. Ini loh,Bu.
I : Pokonya saya tidak mau tahu! Saya tidak mau dengar ada yang ribut-ribut, atau saya akan memecat kamu! (kemudian Ia pergi)
P : (mencoba menahan emosinya) Oke, sekarang Mbak mau meminjam buku apa?
J : (bergumam) emh, buku yang man yah?

Satu jam kemudian.

P : (sudah mulai terlihat lelah) Mbak, mau buku yang seperti apa?
J : Tebak dong!
P : AAARRRGGGHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Mana saya tahu! (emosinya mulai memuncak)
J : Ya sudah, nanti saya beri tahu buku yang saya inginkan, tapi nanti. (dengan wajah yang sinis)
P : (menghela nafas)
J : ngomong-ngomong, bukunya bole dibawa pulang tidak?!
P : Oh, boleh kok, Mbak. Tapi Mbak harus mengisi formulir pendaftaran sebagai anggota perpustakaan.
J : Di mana formulirnya?
P : Ini, Mbak.
J : Bolpennya mana?
P : Silahkan, Mbak.
J : Alasnya mana?
P : Ini, Mbak.
J : Tulisin dong!
P : Seharusnya, Mbak yang menulis sendiri, karena saya tidak tahu nama Mbak.
J : Saya lagi males nih! Kamu saja yang nulis!
P : (benar-benar merasa jengkel) baiklah, Mbak, saya yang akan menuliskannya. Nama Mbak siapa?
J : Kira-kira nama saya siapa? Tebak dong!
P : AAAAAAARRRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!! Mana saya tahu nama Mbak?! Nama Mbak siapa!?
J : Pokoknya tebak deh! Kan saya maunya kamu nebak nama saya. (dengan nada menggertak)
P : Jangan berisik! Ini perpustakaan, Mbak! Duh, nanti saya dimarahi lagi!
J : Saya nggak peduli! Kan yang dimarahi kamu, bukan saya!

Ibu pemilik perpustakaan pun datang.

I : Berisik sekali sih?! Kamu tahu tidak kalau ini perpustakaan!? Saya pecat kamu sekarang juga!
P : Tapi, Bu…
I : Tidak ada tapi-tapian! Pokoknya, saya pecat kamu sekarang!
P : AAAAAARRRRRRRRGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!! TIDAK! JENGKELIN!!!
J : Nah, itu tahu nama saya ‘Jeng Kellin’. (tertawa) Kamu hebat yah, bisa tau nama saya! Oke, sampai jumpa! Saya pulang dulu yah!

Lalu Jeng Kellin pergi dari perpustakaan itu tanpa meminjam buku sama sekali dan tanpa meminta maaf pada si pustakawan dan akhirnya pustakawan tersebut dipecat.



SUMPRIT! hahaha! Lucu nggak sih?
(nggak juga sih)
anyway silahkan di kritik ya or saran r better than ignore

No comments:

Post a Comment