6.5.10

Kecantikan Indonesia

Seperti biasa. Aku bangun dengan bantuan suara. Suara bising. Menggema. Ngiung ngiung ngiung. Itu bukan patroli ataupun ambulance yang mau nggiring aku ke liang kubur. Tidaaaaak! Gw bangun. Alah! Cuman alarm hape. Tuh alarm horror bener. Tanpa aku sadarin, bajuku ternyata basah. Waduh, jangan-jangan sebelum bangun, babe udh nyiram pake air. Ah yang ada jg iler. Aku lap-lap tuh iler sampe musnah tak bersisa di mulut dari pipi sampe telinga. Ngecap-ngecap nggak jelas baru deh sempoyongan keluar kamar. Setelah meluncur ke wastafel, cuci muka, abis itu tidur lagi (kadang, tapi yang ini nggak), aku natap wajah wanita cantik di cermin. Merinding. Bulu kuduk berdiri. Yang bangun cuman aku . Pas aku naik-naikin alis yang agak pitak dan ngerogoh lubang idung pake jempol, eeeh ternyata itu aku sendiri.


Mabuk dengan susu kedelai dan empek-empek yang tinggal 2 biji


Nah, aku jadi inget n ngebandingin diri aku di cermin. Antara Luna Maya dan Laras, Larasati binti Sakit Ati. Ckckck, jauh beda! Aku megang-megang alis aku sambil bergumam, cakuep beneur alisnya si Luna Maya. Di banding aku, alis memitak sendiri tanpa sebab. Lanjut ke mata yang ternyata belok. Bukan belok kanan tapi BELOK, dengan membaca E dalam kata SENAR. Ternyata oh ternyata, emang dasarnya aku yang melototin tuh kaca, ckckck. Nah, bagaimana hidung? Pemirsa, inilah hidung pesek persembahan anugerah Illahi. Asli bener kagak ada botox botox-an. Yang ada juga brotot idung gw kayak bisulan ntar jadinya. Setelah menjamahi hidung yang tiada bandingnya, aku ngeliatin bibir gw yang aneh. Tebel nggak, kecil nggak juga. Jadi? CCIIIAAH! Nggak ada bentuk e! Asimetris. Tapi satu yang aku suka dari bibir n mulut gw. Bibirku merah tanpa ada sogokan apapun beserta gingsul yang ada di sebelah kanan.


Pemikiran bodoh dan pemeriksaan sejak dini inilah yang aku lakukan tiap kali aku bangun tidur. Bangun mau berangkat sekolah atau bangun dari tidur siang karena kecapekan jadi budak, atau bangun dari kubur dan menghantui seantero komplek dengan arti minta sumbangan.Kenapa aku natap wajah blekokku tiap harinya. Aku berusaha untuk bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa. Betapa besarnya anugrah yang telah diberikannya padaku *ceileh, mana taaahaaan.



Aku nggak blasteran (hanya blaster Jateng antara Jogja dan Semarang, ckckck)
Hidung pesek nggak mancung (kalo idung mancung, boros tuh napasnya, kalo ingusan, pasti cepet meler)
Kulit coklat sawo matang (nggak pengen putih karena terinspirasi by Negro Ppl yg smakin hitam semakin Cool). Bytheway, tahukah kamu kalau sebenarnya bule-bule itu mengingkan kulitnya seperti kita? Pigmen dengan kulit coklat itu cantik dan sehat. Hohoho.

Sadar nggak, kalau terkadang kita merasa bahwa sesuatu yang ada pada diri kita terlihat kurang. Kurang dan kurang. Selalu terlintas di benak bahwa kita tidak punya sesuatu yang haru dibanggakan. Padahal secara nggak langsung kita udh nggak bersyukur. Nah, sebagai rakyat Indonesia, orang Indonesia, terutama Wanita Indonesia, ayo kita sama-sama mengagumi diri kita sendiri.


Sampe skrg aku masih bertanya-tanya. Rambutnya Kimmy itu asli or not ya? Tampak asli. Tapi kulitnya, great!(pic: xdickyx@deviantart)


Nggak sedikit di antara kita ada yang merasa kurang cantik. Apa hubungannya sama negara kita? Ya, kita lahir di Indonesia. Asli Indonesia. Lahir dengan ciri khas masing-masing. Indonesia dengan 33 provinsi dan 214 suku pasti telah melahirkan anak-anak bangsa secara khas dan berbeda. Apalagi kalau beragam suku menjadi sebuah keluarga. Orang indonesia dilahirkan dengan ciri khas. Rambut hitam. Kulit berwarna kuning langsat atau coklat sawo matang (enak kan nggak busuk?) , mata berwarna hitam, itu semua sudah merupakan bagian khusus dari Indonesia.
Aku merasa kecantikan Indonesia tak patut diberi sesuatu yang lebih lagi, karena yang ada di diri kita selama ini telah cantik. Nge-cat rambut jadi pirang, merah kayak penjual koran atau pengamen di lampu merah, nggak usahlah. Oknum pedagang dan anak terlantar di lampu merah hanya menjalankan profesi mereka sebagai rakyat yang kurang dipandang oleh pemerintah menjadi terlantar.

WAHAI. Katakanlah. Aku Bangga Menjadi Wanita Indonesia. Dengan kulit hitam dan rambut hitam dan mata berwarna hitam pula. No Merkuri. Kerasa kan gimana jadinya kalo berusaha mutihin kulit? ujung-ujungnya ada kasus pemalsuan produk kecantikan. Kenapa ada pemalsuan? Soalnya para wanita lagi marak-maraknya pengen putih. Tuh, jadi ada kesempatan membuat lapangan pekerjaan kriminal kan? No dying your hair. In the end, rambut asli hitam kita bakal tumbuh juga di ujung rambut, dan sedikit demi sedikit rambut hitam kita muncul lagi, mau nggak mau kamu-kamu pada ngecat rambut lagi dan perawatan dengan sampo hair-lock supaya cet rambut tahan lebih lama. Kayak begini nih namanya kebutuhan tersier, mending duit masuk kotak amal daripada ngurus rambut dengan warna palsu. Ada juga soft lens. Sekarang lagi jaman tuh make yang warna-warni. Buat gaya lah, buat cantik lah. Finally, ada keluhan males. Iritasi mata lebih-lebih. Bahkan buta. Sodara ku bilang, "Beauty Is Pain, Sis". Yeah, you right. Need sacrifice and pain.

Bukannya nggak boleh ngelakuin itu semua demi kecantikan dan perawatan. Tapi itu semua lebih menuju ke arah perawatan LEBIH. Bukan untuk merawat. Kalo merawat, silahkan aja creambath. Pemberian nutrisi rambut emang penting :)

Penting kan ngeliat asal-usul kita? Penting kan bersyukur dengan kita dengan APA ADANYA, bukan kita dengan ADA APANYA.

Sadarilah bahwa kecantikan indonesia mahal harganya. Turis aja rajin SUNBATHING gara-gara pengen kulitnya kayak kita. Nah kita? Asik memutihkan kulit. Ckckck. Emang sih, rumput tetangga emang lebih hijau. Lebih-lebih juga kalau ada yang pengen lebih cantik ternyata dapetnya EXTREMELY LEBAY, kayak di post aku sebelumnya. Bagi yang belum baca klik di sini.

Jadi intinya, cintai Indonesia karena Indonesia itu Cantik <3

Wanita Bali


P.S: Kemaren aku dandanin adek perempuanku. Katanya ada fashion show dalam memperingati Kartini Day and Hari Pendidikan Nasional. Wah, nggak bisa ngeliat nih, soalnya pas akunya sekolah. Adik kelas aku yg di SMP, namanya Dewi pake Baju Adat Bali. Cantik deh. Aku pikir fashion shownya cuman kebaya only. Ternyata beraneka ragam loh :) enjoy the pic and thx 4 Nisrina from SMP YPK for the Documentation <3

Si Dewi

1 comment:

  1. Itu Si Dewi tinggal dimana ??
    Apa nama Facebook nya si Dewi ada ??

    ReplyDelete