28.5.15

THE GOD ISLAND

Pulau Dewata, pulau sejuta kisah dan penuh mistis ini selalu jadi "sasaran empuk" bagi wisatawan asing bahkan wisatawan lokal. Aku pun tak ingin melewatkan keajaiban Bali dari segala sisi. Semua pusat perbelanjaan dan pantai, aku jelajahi dengan terik matahari yang begitu ramah seakan membuatku lupa akan beban pikirian yang aku miliki. One thing that you should consider if you want to go to Bali, that you HAVE to pick your place to live and explore the surroundings. OF COURSE! Jadilah turis seutuhnya adalah tips yang paling penting. Pulau ini menjadi tempat pilihan favorit untuk berkunjung karena nuansa yang diciptakan oleh masyarakat Bali merupakan keajaiban bagi siapapun yang  menikmati keindahan Bali dari segi rohani maupun jasmani.

I've had some fun in Bali with my friends to explore and define the beauty of Bali. Tentu tidaklah mudah, namun penjelajahan yang terbilang singkat ini membuat kami justru semakin bersemangat untuk menentukan destinasi. Fashion markets, food markets, restaurants, cafe, and of course dont forget about the beach! Everything was unforgottable! Noted that are so many people and tourist nowadays in Bali, bagi kita yang ingin mengunjungi Bali dengan alasan bersantai dan enjoy every seconds of your life, ada perlunya untuk menghubungi orang-orang terdekat atau melakukan aksi super nekad untuk berjelajah sendirian ke berbagai sudut daerah, pastinya untuk menemukan tempat dengan pemandangan yang indah. That is the biggest achievement of vacation right? Karena pada kesimpulan besarnya, semua tempat lambat laun telah tersentuh oleh para wisatawan lokal dan asing, dan jelas ini semua bisa berpengaruh terhadap liburan kita yang free of anything alias bebas dari segalanya.


Saat-saat matahari akan terbenam di Double Six Beach (dok. Pribadi)

Jangan pernah lupakan teriknya matahari yang akan membakarmu. Jika rumah kamu tepat berada di garis khatulistiwa, ini tidaklah sama. Semua orang justru bergembira dengan teriknya Bali. Semuanya akan serba berbusana two pieces dan kacamata anti UV yang super kece. Pilih spot-spot menyenangkan dan pastinya indah untuk dinikmati, nyaman dan aman. Kita ingin liburan, bukan menononton sebuah konser. Pastikan semua baik-baik saja dan membuatmu bernafas tanpa beban. Double Six beach menjadi destinasi kami. Walaupun sudah banyak sekali wisatawan yang ke sini, kami merasa sangat terhibur dengan kegiatan para turis yang benar-benar memanfaatkan keromantisan sebuah sunset di Double Six Beach. Kami duduk di sebuah bantal besar dan menghadap sinar matahari yang hampir tenggelam dengan indahnya. Hati-hati jika pergi sendirian, karena akan menyebabkan ngantuk yang luar biasa dan siapa yang akan membangunkanmu pada akhirnya?




Double Six Situation (dok. Pribadi)

Atau bisa jadi jika SENDIRI adalah opsi kita, menjelajahi pantai di ujung daerah bisa jadi menyenangkan. Jangan sampai kacaukan liburan orang lain juga. Hampir semua pantai yang awalnya tak tersentuh menjadi tujuan utama para pasangan yang hendak menikah untuk mengabadikan moment, atau bisa dibilang melakukan pemotretan pre-wedding. Pantai Tegal Wangi memiliki ombak yang tenang  karena karang yang menhadangnya sebelum mengiris pesisir. Pasirnya yang putih dan laut biru kehijauan ini menambah ngantuk. Karang-karang di  sekitar pantai terlihat teduh. Sampai saat ini, Tegal Wangi menjadi sudut yang menenangkan dan mampu mengisi kegalauan. Seperti kegalauan para jombloers tidak akan habis. Siap-siap saja sirik terhadap pasangan-pasangan pre-wed yang tengah melakukan pemotretan di sela-sela hening. Tidak hanya 1 tapi 6 pasangan yang akan menggangu kegalauan menjadi galau tingkat dewa.

Sudah lelah dengan pantai? Coba rasakan sejuknya pantai dengan menjelajah ke pantai terpencil. Jauh akan lebih romantis jika kita hanya bersama pasangan. Duduk manis dan menceritakan kehidupanmu serta menikmati jajanan kaki lima. Cara bersantai yang mewah namun dengan budget rendah bukan?

Speaking of food, if you feel that snacks are not enough, try the higher one. Kuliner di Bali sangatlah beragam mengingat banyak wisatawan asing yang berkunjung, maka jangan pernah merasa kecewa untuk tidak mencicipi masterpieces para koki. Jika kamu adalah pecinta makanan dan telah mencicipi semua makanan di sepanjang jalan Dewi Sri atau Seminyak, maka kamu akan mengetahui apa saja yang menjadi ciri khas dari setiap cafe resto.




Sister Field, Seminyak (dok.pribadi)
Teringat sesuatu tentang sebuah tren yang sangat populer di Instagram mengenai sebuah cafe resto ala Mexico di Seminyak. Cafe resto ini menjadi perbincangan dan sangat rama di sosial media karena tempatnya yang begitu berwarna dan sangat dekoratif. Nah, langsung saja aku dan seorang teman yang ahli permakanan pun menuju ke Cafe Resto Mexicola. The place was amazing but antrian untuk masuk dan rekomendasi untuk pemesanan meja ternyata menjadi sebuah perhatian bagi kami. Setelah kami duduk di tempat yang sudah disediakan, ekspektasi kami tidak seperti yang dibayangkan. I felt discriminated! How dare?! Konsumen turis asing boleh jadi sangat menarik tetapi bukan berarti kami bukan konsumen. Perlakuan yang diberikan sangatlah berbeda, jauh lebih ramah kepada wisatawan asing ketimbang lokal. Apa yang kami rasa pun hanya ingin cepat pergi dari tempat ini. Mungkin tempat ini hanya cocok untuk sebuah pojok photobooth, tidak lebih. Jika kamu bukan pecinta makanan asam, kecut dan asin, maka makanan latin di Mexicola bukanlah sebuah rekomendasi yang besar.




Nah, daripada cemberut, kami pergi memanjakan lidah dengan khas lama alias culinary habit kami. My Kopi O di Surabaya sendiri sudah sangat terkenal dengan Everything is Favourite menu nya. Kami akhirnya bisa bersantai dan bercakap-cakap ria di  sini dengan suguhan biasa yang sudah tak asing lagi di kecap. Bisa dibilang ini adalah masa pengobatan kami setelah dari Mexicola.


Hari-hari di Bali pun sudah semakin sedikit. Aku pun sudah kehabisan akal untuk bepergian. Banyaknya tempat perawatan bagi para wanita di Bali yang sangat banyak tidak menjadi godaan bagiku, tetapi bukan berati teman-temanku akan melewatkannya. Terbesit dalam benak seorang teman untuk datan ke sebuah barbershop alias salon khusus para lelaki yang ingin tampil macho dengan model potongan retro, kami memutuskan untuk pergi ke Sunset Road untuk melakukan haircut. The Roots yang didirikan di Surabaya, menjadi perhatian besar di Bali karena karakter kuat yang dibangun oleh The Roots sendiri dengan tema retro gentlemen. Pria manapun yang keluar dari salon ini, siap-siap dengan jeritan wanita. Bagaimana tidak, jikalau model potongan yang kamu punya adalah ala David Beckham.





Seorang pria, wisatawan asing berambut cokelat dengan kumis tebal pun aku perhatikan. Perawatan yang sedang ia jalani memang memakan waktu yang lama dan hasilnya, WALA! Perempuan manapun akan terkesima melihat kumis dan janggutnya yang terpotong rapi dan klimis. I was reading a magazine while i wait my friend. Aku perhatikan, perempuan di sebelahku menunggu pria ini, dan benar saja ia berkomentar tentang perubahan lelakinya. Berkata sesuatu yang tidak pantas namun pelan, berharap tidak ada yang mendengarnya, TAPI AKU MENDENGARNYA

"I'll sleep with him tonight"

Berkali-kali pujian "great" dilontarkan oleh perempuannya. Aku pun ingin berkomentar, tapi siapalah aku?


Menjelang pulang tidak lah afdol kalau belum melihat-lihat pernak pernik Bali. Legian dan Seminyal menjadi tempat populer bagi wisatawan untuk membawa pulang oleh-oleh. Alisku mengerut saat sedang melihat-lihat aksesoris cantik di pinggir jalan. Aku merasa terbodohi untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mahal, namun harga yang ditawarkan mahal. Tujuan membeli sesuatu yang biasa saja pun menjadi penelitian yang amat panjang selama perjalanan kami di sepanjang Legian. Telitilah sebelum membeli, karena semua wilayah Bali hampir dicap sebagai wilayah wisatawan. Harga dari sebuah barang bisa menjadi di luar nalar. Jadi saran yang lebih tepat lagi, tidak perlu beli apa-apa di Bali, kecuali makanan, karena makanan jauh lebih sepadan.



What happened in Bali, stay in Bali. You won't get enough of it. Kalau hanya liburan, Bali menjadi destinasi biasa yang sebenarnya luar biasa jika dinikmati setiap waktunya.

12.5.15

THE CARNIVAL









photo by Dian (cupofscarf.com)

31.8.14

awesome mix vol. 1


So basically, i wanna share my playlist to all of you. I adore indie music but it doesn't mean i don't like pop song, underlined, past pop song. Old songs that popular in 70's to 90's make me drunk! I have a lot of recommendation for them, i'm pretty sure that kids nowadays are love Justin Bieber, 1D, and other dance pop song, i stick to my playlist, never boring of 'em.

Last week, i watched a movie with my father, and i found that Guardian of The Galaxy is worth to watch, so yeah, we went to the theatre at Grand Indonesia Blitz Megaplex, and we found, this movie is AWESOME. Not only abut the movie, storyline, and fx but the soundtracks are amazing, i can say all of the songs. It's true if it's called an AWESOME MIX.

My favs are:

Elvin Bishop - Fooled Around and Fell In Love
David Bowie - Moonage Daydream
Jackson 5 - I Want You Back


last but not least Blue Swede - Hooked on a Feeling (the intro sounds so annoying, but when you listen the sung title , you know what movie it is! lol). My top song is "Fooled Around and Fell In Love". God! I got hypnotised. It sounds so sexy <3

30.8.14

HELLO!

Hi people,

All of the people around me always ask bout, "Are you still running your blog?", "are you still a blogger?". Yes I am but rarely update it because some kind of business that i run recently. I'm no longer a fashion blogger, cause i've found that photography is so much fun to learn and explore than ootd post instead. So yeah, this is what i take. But sometimes i shot some personal moment and journal of my journey. Lately, my days are wonderful because I'm surrounding by beautiful people so that's why I never show up.

The big news is now i have a personal website which is made by my senior work partner who is really nice to me and we talk a lot in office and messenger, huge thanks to him. Cannot do it without you :) You can check it out at

www.larascream.com

I always ask myself, why i choose "larascream" as my nickname, and the answer is "i have no idea at all". If you search my real name, there are tons of people who has the same name like mine, and not to mention that i don't have any gratitude but I'm just piss because i wanna differentiate myself among other people. I was born with popular and javanese also without last name which is make me difficult to make some account including passport. Sometimes i add my father's first name to make it as my last name and the worst thing to me is i repeat my name, so it turns out into Laras Larasati, BLAH!.

The funny thing is i searched a some kind of name engine to help find a cool name, but it didn't work because it's too fake and un original. I need a tacky name or punk name or whatever. So i found "Lara" is easy to pronounce especially when i met foreign people. I add "Scream" with no reason. And i've already set Lara Scream for all of my accounts.